WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

GARUT, KILAS24.NET - Allahuakbar allahuakbar allahuakbar. Laailaahailallah hualllahuakbar. Allahuakbar walillahilham. Alhamdulillahirabbil alamin, Saudara yang dirahmati Allah SWT, tak terasa kita sudah menjalani Ibadah Puasa Ramadhan selama sebulan penuh. 

Dan malam ini kita sudah Memasuki malam 1 Syawal 1437 Hijriah, menyambut Hari raya Idul Fitri, Rabu, 6 Juli 2016 Esok hari. 

Malam ini, sejak usai Shalat Maghrib, Kumandang Takbir menggema di seluruh wilayah Indonesia, dan membuat hatti merinding mendengar kumandang Takbir untuk Menyambut datangnya 1 Syawal 1437 Hijriah, menyambut hari Kemenangan. 

Mari kita manfaatkan hari esok sebagai Ajang mensucikan diri, kembali pada Fitrahnya masing-masing. Selamat Menyambut Idul Fitri. 


(mar)

GARUT, KILAS24.NET - Saudara sekalian yang Dirahmati Allah Subhanahu wata'ala, Pemerintah sudah menetapkan 1 Syawal 1437 H tahun ini jatuh pada Hari Rabu lusa, tanggal 6 Juli 2016. 

Lebaran tahun ini Alhamdulillah dirayakan secara bersamaan, dan diharapkan dapat menjadi momen dimana untuk mempersatukan umat dan menjaga kedamaian. 

Lebaran merupakan hari dimana umat islam merayakannya dengan penuh suka cita, dan bisa saling memaafkan. 

Namun pada datangnya lebaran, sering kita lihat banyak orang memakai pepakaian yang serba baru dan mewah. Namun jelas harus diketahui bahwa Lebaran tidak harus dirayakan dengan berbagai pepakaian yang baru ataupun bermewah-mewahan. Kenapa? 

Lebaran seharusnya dirayakan secukupnya saja, jangan dijadikan untuk ajang Bermewah-mewahan. Sejenak kita perhatikan diluar sana banyak orang yang tidak bisa merayakan Lebaran dengan baiknya. Masih ada yang terjebak dalam suasana peperangan, juga ada yang baru saja rumahnya yang terkena Kebakaran, wilayahnya diterjang bencana, dan masalah yang lainnya. 

Lebaran itu merupakan hari dimana kita kembali ke fitrahnya, menjadikan pribadi yang lebih baik, dan menjadi Ajang dimana kita saling bermaaf-maafan. 

Maka dari itu marilah kita Sambut dan rayakan lebaran dengan tidak bermewah-mewahan apalagi pamer harta, tapi mari kita sambut dengan keikhlasan hati, menjaga persaudaraan, menjadi diri yang lebih baik, saling memaafkan, dan juga menjaga persaudaraan. 

(mar)
menteri agama (cikalnews)

JAKARTA, KILAS24.NET - Tak terasa, sejak pemerintah Menetapkan 1 Ramadhan 6 Juli lalu, kita sudah sampai di Penghujung bulan Ramadhan, dan tentunya mendekati Syawal ataupun Lebaran. 

Meski banyak Prediksi yang mengatakan bahwa 1 Syawal jatuh pada 6 Juni, seperti yang ditetapkan Oleh Muhammadiyah, pemerintah tetap akan Melakukan Sidang Isbat 1437 H Menjelang Maghrib nanti. 

“Setelah Shalat Maghrib, dilaksanakan sidang isbat yang dilakukan secara tertutup, seperti tahun lalu,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Juni lalu. 

Dirinya menambahkan, Kemenag juga telah menyiapkan petugas untuk memantau hilal di beberapa titik. Para petugas itu merupakan petugas yang telah terbiasa memantau hilal selama ini.
Adapun, untuk penentuan awal Syawal berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal awal Syawal berada di bawah ufuk. 
Sidang Isbat Tahun ini akan digelar secara tertutup,  sebagaimana seperti yang dilakukan saat sidang isbat tahun-tahun kemarin.  

(mar/bbgsumber)
ilustrasi (yamaha)

JAKARTA, KILAS24.NET - Mudik merupakan sebuah Tradisi pulang kampung yang sudah biasa dilakukan Masyarakat Indonesia, Khususnya Menjelang Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri. 

Berbagai Metode dilakukan untuk bisa Pergi ke kampung halaman, mulai dari Naik Mobil baik itu pribadi ataupun umum, lalu lewat Kapal penyebrangan, Pesawat terbang, Kereta Api, sampai menggunakan Sepeda Motorpun bisa dilakukan. 

Mudik menggunakan Motor. Ya, memang kelihatannya mudah untuk dilakukan dan tidak memakan banyak biaya. Akan tetapi, disisi lain ada bahaya yang mengintai ketika Mudik dengan Sepeda motor. 

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), menjelaskan, hal yang membuat masyarakat memilih opsi itu ya karena tak lain karena perhitungan secara biaya lebih murah ketimbang harus menggunakan moda transportasi umum. Namun, bahaya yang mengancam sangat besar dan itu yang belum terlalu dipahami oleh para pemudik. 

“Dari segi keamanan jelas tidak aman, apalagi muatannya banyak, bahkan ada yang membawa lebih dari dua orang,” kata Edo saat ditemui wartawan Otomania, beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Edo melanjutkan, jika membawa barang bawaan berlebihan, dan penumpang lebih dari dua orang, jelas akan bahaya. Sebab, sejatinya motor itu aman dan nyaman digunakan untuk dua orang dan tidak membawa barang yang berlebihan. 

Dan adanya masalah pada kondisi Motor yang tidak prima membuat rentan para pemudik untuk Mengalami Kecelakaan.

“Belum lagi faktor motornya, kalau ada masalah juga bisa membuat terjadinya kecelakaan. Maka lebih baik pulang kampung dengan kendaraan umum karena lebih aman dan nyaman,” ujar Edo.  



(mar/otomania)
shalat tarawih di blitar

BLITAR, KILAS24.NET - Bila anda biasanya melaksanakan ibadah Shalat Tarawih di Masjid wilayah anda, bisa menghabiskan waktu berapa menit? baik itu yang 11 rakaat maupun 23 rakaat. 

Ada yang unik dari Shalat Tarawih di Salahsatu Pondok Pesantren di Blitar, Jawa Timur.
 Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang terletak di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, ini mempunyai tradisi melaksanakan shalat tarawih dan witir dengan cepat. Shalat tarawih dengan total 23 Rakaat ini bisa mencapai waktu kurang dari 10 Menit. 


Setiap hari, selama bulan Ramadhan tepatnya, masjid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren tersebut, tidak pernah sepi dari ratusan jamaah yang ingin ikut salat tarawih. 

Para jamaah mengakui, selalu memilih mengikuti salat tarawih di pondok pesantren ini, selain karena cepat juga dapat menghemat waktu. 

"Kita selalu shalat tarawih di sini karena efisien waktu, sehingga misalkan kita ada keperluan lain tidak terganggu," kata Hadi, jamaah dari desa Setempat, Rabu, 8 Juni Kemarin. 

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliya'uddin Azzamzammi mengatakan, tradisi shalat tarawih cepat di pondoknya sudah berlangsung selama satu abad lebih, sejak kakeknya menjadi pengasuh Pondok Pesantren. 

"Alasannya, saat itu banyak warga yang enggan ikut salat tarawih, karena siangnya bekerja sehingga badannya capek dan penat. Sehingga dengan teraweh cepat ini, membuat para jamaah menjadi tertarik untuk datang ke masjid dan ikut melaksanakan shalat tarawih," paparnya. 


(mar/detik.com)
gambar:  mirajnews.com
ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Teh yang hangat untuk dikonsumsi Saat Sahur yang kebetulan kondisinya sedang dingin (suhu/cuaca) memang nikmat untuk diminum. Akan tetapi ada dampak dengatif, dan sebaiknya tidak usah untuk meminum teh saat Sahur. Mengapa? 

Dilansir laman Republika.co.id, Selasa, 7 Juni 2016, dikatakan oleh pakar gizi oleh pakar gizi Dr. Inge Permadi SpGk, kopi dan teh yang dikonsumsi saat sahur ataupun berbuka ternyata tidak sepenuhnya benar. Kedua minuman tersebut memiliki sisi positif dan negatif, tapi dampaknya lebih condong negatif ketika dikonsumsi saat sahur. 

"Kopi dan teh itu jenis minuman diuretik yang bisa sering membuat kita buang air kecil," ungkapnya. Buang air kecil yang terus menerus ketika sahur tentunya tidak bagus karena membuang zat makanan yang kita konsumsi. Alhasil orang berpuasa pun akan lebih cepat lapar dan haus kalau sahur meminum minuman yang mengandung zat diuretik. 

Kedua minuman itu alangkah baiknya dikonsumsi saat berbuka puasa dengan kadar gula yang tentunya disesuaikan. Jangan lupa pula untuk lebih banyak minum air putih daripada teh. 


(mar)
gambar: wordpress
(twitter @wasissas)

BEKASI, KILAS24.NET - Sebuah Spanduk menjadi perbincangan di media sosial. Mulanya tidak ada yang aneh dari spanduk ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa yang dipasang di salahsatu jembatan penyebrangan orang (JPO) Bekasi, Jawa Barat. Namun dibagian bawahnya ada kesalahan dalam penulisan waktu. 

Di bagian bawah spanduk itu tertulis tanggal 1 Syawal 1437 Hijriah, hubungannya Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Seharusnya ditulis, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1 Ramadhan 1437 H (bukan 1 Syawal). 

Dan Akhirnya kesalahan tersebut menjadi perbincangan di media sosial Twitter. 

"Bekasi mah bebas," kicau pemilik akun @gesgestay, Senin, 6 Juni 2016.  
"Hanya ada di Bekasi: Puasa Ramadan di bulan Syawal," twit pemilik akun @wasissas yang mengupload foto diatas. 

Dan masih banyak lagi cuitan lainnya di Twitter terkait spanduk tersebut. Dan belum diketahui apakah itu merupakan murni kesalahan maupun Disengaja. 


(mar/dream.co.id)
gambar: twitter, dream
saipul jamil

JAKARTA, KILAS24.NET - Seorang penyanyi dangdut yang kini sudah tidak lagi muncul di Layar Kaca karena ditahan pihak kepolisian, yakni Saipul Jamil, mengaku rindu dengan Suasana Ngabuburit seperti tahun tahun sebelumnya. 

"Biasanya kan kalau di luar (rumah tahanan) mau ke mana ngabuburit itu bisa bebas. Tapi sekarang, di tahun ini saya harus ada di rutan," ujar Pria yang akrab disapa Bang Ipul ini dari dalam sel tahanan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Sebagaimana dilansir kompas.com, Senin, 6 Juni 2016. 

Pria 35 tahun ini juga mengungkapkan dirinya bersyukur dengan keadaannya saat ini. 

"Saya bersyukur walaupun saya di rutan, nikmatnya Ramadhan enggak berkurang sama sekali. Karena mungkin kebetulan teman-teman di rutan pada puasa juga. Jadi kebersamaannya bener-bener erat," lanjutnya. 


(mar/kompas)
gambar: liputan6

ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillahirabbil Alamin, mulai Hari ini, Senin, 6 Juni 2016 Kita sudah mulai menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H. Salahsatu pertanyaan yang tak luput saat menjalankan ibadah Puasa adalah Menyikat Gigi, bagaimana lantas hukumnya Menyikat Gigi Saat Puasa. Batalkah? 

Dilansir laman Rumaysho.com, 6 Juni 2016,


Sikat Gigi Saat Puasa

Jika kita melihat pada masa-masa dahulu bahwa menurut ulama tidak batal puasa jika saat menyikat gigi tidak ada yang Tertelan. Detilnya, menyikat gigi tidak membatalkan puasa asalkan tidak ada pasta atau sesuatu yang masuk dalam rongga tubuh atau perut.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Jika seseorang bersiwak dengan siwak yang basah lantas cairan dari siwak tadi terpisah lalu tertelan, atau ada serpihan dari siwak yang ikut tertelan, puasanya batal. Hal ini tidak ada perbedaan di antara para ulama (Syafi’iyah, pen.). Al-Faurani dan yang lainnya menegaskan seperti itu.” (Al-Majmu’, 6: 222)
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah saat ditanya apa hukum menggunakan pasta gigi saat berpuasa, beliau menjawab, “Membersihkan gigi saat dengan pasta gigi tidak membatalkan puasa sebagai siwak. Hal ini selama menjaga diri dari sesuatu yang masuk dalam rongga perut. Jika tidak sengaja ada sesuatu yang masuk di dalam, maka tidak batal.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 260. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 108014).
Namun ada saran dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, “Lebih utama adalah orang yang berpuasa tidak menyikat gigi (dengan pasta). Waktu untuk menyikat gigi sebenarnya masih lapang. Jika seseorang mengakhirkan untuk menyikat gigi hingga waktu berbuka, maka dia berarti telah menjaga diri dari perkara yang dapat merusak puasanya.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu ‘Utsaimin, 17: 261-262). 
Sebagai saran, untuk sikat gigi baiknya sebelum azan Subuh atau setelah berbuka puasa. Jika ada rasa tersisa setelah menyikat gigi dan terasa di pagi hari, itu tidak merusak puasa. Wallahu alam Bish Sawab. 


(mar)
ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillah Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada Senin, 6 Juni 2016 Esok Hari, dan mulai Esok hari Juga kita sudah mulai Sahur ya. 

Nah sebagai Pengetahuan, kita harus pintar-pintar dalam memilih makanan untuk Santap Sahur, jangan sampai salah santap. Lalu makanan apa saja yang harus dihindari saat Sahur, berikut daftarnya yang telah kami rangkum  dari berbagai Sumber. 

1. Makanan berlemak

Meskipun makanan berlemak cukup lezat untuk disantap, akan tetapi sebaiknya dihindari ketika puasa. Makanan seperti jeroan, makanan bersantan, daging berlemak, gorengan, kulit ayam sebaiknya dihindari pada saat buka puasa maupun makan sahur. Kalaupun memakannya, cukup sedikit saja jangan terlalu banyak, kalau terlalu banyak nanti bisa bermasalah pada lambung. 

2. Makanan pedas

Usahakan untuk mengurangi tingkat kepedasan dari makanan yang dikonsumsi, meskipun makanan pedas dapat menggugah selera namun bisa membuat gangguan perut. Dalam jangka panjang, terlalu sering mengonsumsi makanan pedas juga dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding lambung. 

3. Makanan yang terlalu manis

Makanan yang terlalu manis dan mengandung kadar gula tinggi dapat memicu penyakit diabetes. Cukup konsumsi yang manis tanpa manis berlebihan ya. 

4. Mie Instan 

Mie instan yang penyajiannya tidak terlalu ribet memang menjadi hidangan yang praktis, akan tetapi sebaiknya hindari mengonsumsi mie instan dalam kondisi perut kosong, dan perlu diketahui, Mie Instan saat dikonsumsi tidak dapat langsung dicerna, bahkan butuh waktu 5 hari. 



(mar)
konferens sidang isbat tahun lalu

JAKARTA, KILAS24.NET - Kementerian Agama Republik Indonesia telah menggelar Sidang Isbat Sekitar pukul 17.30 sore WIB, guna untuk menetapkan kapan Jatuhnya 1 Ramadhan 1437 Hijriah tahun ini. 

Berdasarkan hasil sidang Isbat yang telah dilaksanakan dari awal hingga akhir, dapat disepakati oleh seluruh peserta Sidang Isbat, bahwa 1 Ramadhan 1437 Hijriah tahun ini Jatuh pada Esok Hari.

"Posisi hilal sekitar pukul 10 antara 2 derajat sampai 4 derajat 6 menit dari seluruh wilayah tanah air" ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin saat konferensi pers.

"Kesemuanya telah menyatakan sumpah, telah melihat hilal, maka seluruh peserta sidang Isbat telah menyepakati malam ini sudah masuk 1 Ramadhan" lanjut Menag. 

Jadi dapat disimpulkan 1 Ramadhan 1437 H Jatuh pada Senin, 6 Juni 2016 Esok hari. 


(mar)

ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Kementerian Agama rencananya Sore ini akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan kapan jatuhnya 1 Ramadhan 1437 Hijriah di tahun ini. 

Sidang Isbat nantinya akan dimulai sekitar pukul 17.00 sore WIB dan berlangsung secara tertutup pada Minggu, 5 Juni 2016. Sidang akan diawali oleh laporan dari petugas Kemenag yang telah ditugaskan memantau hilal. 

Berdasarkan laporan yang diterima, rencananya area pengamatan Hilal 1 Ramadhan akan disebar di 33 Titik di seluruh Indonesia. 

Jadi nantinya akan diketahui berdasarkan metode pengamatan Hilal akan diketahui bila sudah ada yang melihat hilal, maka akan dipastikan 1 Ramadhan jatuh Esok hari, dan apabila tiada satupun yang melihat hilal maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Ramadhan jatuh pada Lusa. 

Sebelumnya ormas Islam Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Esok hari, Senin,  6 Juni 2016.  



(mar)

ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Memiliki gadget canggih dapat kita manfaatkan untuk mendukung aktivitas kita disaat bulan Suci Ramadhan telah tiba, dengan berbagai aplikasi bermanfaat yang dapat kita tanamkan didalamnya. 

Berikut adalah 3 Daftar aplikasi yang bagus untuk anda instal disaat menjalankan Ibadah Puasa, sebagaimana dimuat laman Liputan6, 2 Juni 2016. 


1. Muslim Pro (iOS dan Android)

Sesuai dengan namanya, aplikasi ini diperuntukkan untuk umat muslim. Khusus Ramadhan tahun ini, ada beberapa fitur baru yang diberikan, seperti pilihan bahasa untuk membantu pengguna. Pilihan Bahasa Indonesia pun menjadi salah satu opsi.  

Ada banyak fitur didalamnya, seperti waktu Sholat, arah kiblat, ayat-ayat Al-Quran, kalender, doa-doa hingga masjid terdekat dengan lokasi pengguna, dan ada juga fitur Zakat, yang dapat membantu pengguna menghitung berapa banyak zakat yang harus dikeluarkan. 

2. HalalTrip
Menjalankan ibadah puasa, bukan berarti kita bermalas-malasan untuk bergerak kemana-mana. Bahkan jika mungkin, kita tetap bisa melakukan perjalanan atau traveling. Nah, aplikasi HalalTrip ini bisa membantu traveler muslim ketika melakukan aktivitas. 

3. Rocket Alarm (iOS dan Android)
Sesuai dengan namanya, ini adalah aplikasi pengingat waktu. Aplikasi ini bisa menjadi pilihan sebagai pengingat waktu, khususnya kapan kita menjalankan waktu sahur dan Sholat, terutama Sholatnya agar tidak terlewat. 

Semoga bermanfaat. 


(mar/liputan6)
http://aqlislamiccenter.com/wp-content/uploads/2013/09/doa.jpg
ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillah hirabbil alamin Saudara yang dirahmati Allah SWT, Tinggal dalam hitungan hari saja, kita semua sebagai umat Muslim segera memasuki bulan yang penuh Rahmat, Penuh ampunan, yakni Bulan Ramadhan bulan 1000 bulan. Persiapan apa saja yang harus kita lakukan untuk menjelang datangnya Bulan Ramadhan?. 

Berikut merupakan persiapan yang terpuji untuk menyambut bulan Ramadan adalah : 

1. Bertaubat dengan jujur

Taubat pada dasarnya wajib setiap saat. Akan tetapi karena akan (menyambut) kedatangan bulan yang istimewa ini, maka lebih tepat lagi jika seseorang segera  bertaubat dari dosa-dosanya yang diperbuat kepada Allah serta dosa-dosa karena hak-hak orang lain yang terzalimi.  Agar ketika memasuki bulan yang barokah ini, dia disibukkan melakukan ketaatan dan ibadah dengan dada lapang dan hati yang tenang. 


2. Berdoa

Diriwayatkan dari sebagian (ulama) salaf, bahwa mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadan, kemudian mereka berdoa lagi lima bulan setelahnya semoga amalnya diterima. Seorang muslim hendaknya berdoa kepada Tuhannya agar mendapatkan bulan Ramadan dalam keadaan baik,  dari sisi agama maupun fisik, juga hendaknya dia berdoa semoga dibantu dalam mentaati-Nya serta berdoa semoga amalannya diterima.

3. Menyelesaikan tanggungan (qadha) kewajiban puasa

Dari Abu Salamah, dia berkata, saya mendengar ‘Aisyah radhiallahu ’anha berkata: “Aku memiliki kewajiban berpuasa dari bulan Ramadan lalu, dan aku baru dapat mengqadanya pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, no. 1849, dan Muslim, no. 1146)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dari keseriusan beliau (mengqadha) pada bulan Sya’ban disimpulkan bahwa hal itu menunjukkan tidak diperkenankan mengakhirkan qadha sampai memasuki bulan Ramadan berikutnya.” (Fathul Bari, 4/191) 

4. Membekali diri dengan ilmu agar dapat mengenal hukum-hukum puasa dan mengetahui keutamaan Ramadhan

Ini penting sebagai ilmu pengetahuan kita menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan untuk bekal saat menjalankannya apa yang diperbolehkan/dilarang dan juga hukum hukum lainnya. 

5. Menjaga kondisi Kesehatan 

Ini juga harus diperhatikan, betapa pentingnya kita untuk menjaga kesehatan agar dikala kita memasuki bulan suci ini, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baiknya, tanpa ada gangguan kesehatan. 

Nah demikianlah beberapa persiapan jelang Ramadhan yang dapat anda lakukan, semoga dengan sangat baiknya kondisi Jasmani maupun Rohani Kita dapan menjalankan Ibadah puasa dengan lancar ya. 



(mar/islamqa.info)


MALAKA, KILAS24.NET - Ini merupakan sebuah kisah nyata yang benar-benar terjadi. Selama 28 tahun mengkaji semua agama yang ada di dunia, dengan kemantapan hati dan tanpa paksaan telah mengambil keputusan memeluk Bersyahadat, untuk menjadikan agama islam. 

Seorang sami (petinggi Budha dari Taiwan) berusia 66 tahun bersama Tan Sri Abdul Rahim Tamby. Hadir juga sebagai saksi Presiden Persatuan Cina Islam Malaysia Cawangan Melaka (Macma), Lim Jooi Soon ,Timbalan Pengerusi Majlis Agama Islam Melaka (Maim), Datuk Yaakub Md Amin dan Mufti negeri, Datuk Dr Mohadis Yasin serta jamaah Masjid Cina Krubong Malaka untuk melihat dirinya bersyahadat. 

Beliau menerangkan dengan menggabungkan bagaimana logik, sains dan hujah dapat dikaitkan dengan pencipta alam ini menyebabkan dia memutuskan untuk memeluk agama Islam. 

Mari kita berdoa, doakan agar beliau tidak sampai murtad, dan juga arar selalu dapat menaati perintah dari Allah SWT, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

--- 




KILAS24 .NET - eramuslim.com