WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
ilustrasi (beritagar)

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillahirabbilalamin, Saudara yang dirahmati Allah SWT, Kita semua telah menjalani puasa Ramadhan selama sebulan penuh, dan tibalah dihari Kemenangan Umat Islam seluruh pelosok. 

Tak terasa sekali, sudah kita tiba di Hari Kemenangan ini, meninggalkan Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan juga Rahmat. 

Kesedihan hati mengiringi saat dipenghujung akhir Ramadhan. Bagaimana tak sedih, banyak keutamaan dan rezeki yang terdapat di bulan tersebut dan tak bisa kita dapat diluar bulan Ramadhan. 
Dan beberapa suasanapun hilang setelah berakhirnya bulan suci itu. 

Apa saja suasana yang hilang setelah kita memasuki bulan Syawal hingga bulan Ramadhan menjelang nanti? 

Yang Pertama adalah Ramainya Jalanan Di Sore Hari

Ya, Jalanan di bulan suci tersebut kadang terasa sesak sampai macet terutama di sekitaran Pasar atau macet di jalan raya karena banyaknya warga yang keluar guna membeli takjil ataupun ngabuburit. 

Yang Kedua adalah Suasana Pukul 03.00 Pagi

Coba Saja kalian bangun pukul 3 Pagi di bulan-bulan luar Ramadhan, suasananya pasti hening, tidak seramai saat Ramadhan yang dimana sedang Sahur di jam tersebut. Ditambah lagi dengan suara warga yang membangunkan sahur. 

Yang Ketiga adalah Ramainya masjid Setelah shalat Isya 

Masjid-masjid mengisi keheningan malam di wilayah-wilayah terdekatnya, dengan ramainya warga yang datang ke masjid untuk Shalat Tarawih.  

Keempat, Suara Petasan. 

Suasana hening malam terisi dengan  anak-anak yang menyalakan petasan. 

Suasana-suana tersebut membuat kita menjadi rindu kembali ya akan Bulan Ramadhan... 
Sampai jumpa lagi Ramadhan berikutnya! (1438 Hijriah). 


(mar)

GARUT, KILAS24.NET - Allahuakbar allahuakbar allahuakbar. Laailaahailallah hualllahuakbar. Allahuakbar walillahilham. Alhamdulillahirabbil alamin, Saudara yang dirahmati Allah SWT, tak terasa kita sudah menjalani Ibadah Puasa Ramadhan selama sebulan penuh. 

Dan malam ini kita sudah Memasuki malam 1 Syawal 1437 Hijriah, menyambut Hari raya Idul Fitri, Rabu, 6 Juli 2016 Esok hari. 

Malam ini, sejak usai Shalat Maghrib, Kumandang Takbir menggema di seluruh wilayah Indonesia, dan membuat hatti merinding mendengar kumandang Takbir untuk Menyambut datangnya 1 Syawal 1437 Hijriah, menyambut hari Kemenangan. 

Mari kita manfaatkan hari esok sebagai Ajang mensucikan diri, kembali pada Fitrahnya masing-masing. Selamat Menyambut Idul Fitri. 


(mar)

GARUT, KILAS24.NET - Saudara sekalian yang Dirahmati Allah Subhanahu wata'ala, Pemerintah sudah menetapkan 1 Syawal 1437 H tahun ini jatuh pada Hari Rabu lusa, tanggal 6 Juli 2016. 

Lebaran tahun ini Alhamdulillah dirayakan secara bersamaan, dan diharapkan dapat menjadi momen dimana untuk mempersatukan umat dan menjaga kedamaian. 

Lebaran merupakan hari dimana umat islam merayakannya dengan penuh suka cita, dan bisa saling memaafkan. 

Namun pada datangnya lebaran, sering kita lihat banyak orang memakai pepakaian yang serba baru dan mewah. Namun jelas harus diketahui bahwa Lebaran tidak harus dirayakan dengan berbagai pepakaian yang baru ataupun bermewah-mewahan. Kenapa? 

Lebaran seharusnya dirayakan secukupnya saja, jangan dijadikan untuk ajang Bermewah-mewahan. Sejenak kita perhatikan diluar sana banyak orang yang tidak bisa merayakan Lebaran dengan baiknya. Masih ada yang terjebak dalam suasana peperangan, juga ada yang baru saja rumahnya yang terkena Kebakaran, wilayahnya diterjang bencana, dan masalah yang lainnya. 

Lebaran itu merupakan hari dimana kita kembali ke fitrahnya, menjadikan pribadi yang lebih baik, dan menjadi Ajang dimana kita saling bermaaf-maafan. 

Maka dari itu marilah kita Sambut dan rayakan lebaran dengan tidak bermewah-mewahan apalagi pamer harta, tapi mari kita sambut dengan keikhlasan hati, menjaga persaudaraan, menjadi diri yang lebih baik, saling memaafkan, dan juga menjaga persaudaraan. 

(mar)
menteri agama (cikalnews)

JAKARTA, KILAS24.NET - Tak terasa, sejak pemerintah Menetapkan 1 Ramadhan 6 Juli lalu, kita sudah sampai di Penghujung bulan Ramadhan, dan tentunya mendekati Syawal ataupun Lebaran. 

Meski banyak Prediksi yang mengatakan bahwa 1 Syawal jatuh pada 6 Juni, seperti yang ditetapkan Oleh Muhammadiyah, pemerintah tetap akan Melakukan Sidang Isbat 1437 H Menjelang Maghrib nanti. 

“Setelah Shalat Maghrib, dilaksanakan sidang isbat yang dilakukan secara tertutup, seperti tahun lalu,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Juni lalu. 

Dirinya menambahkan, Kemenag juga telah menyiapkan petugas untuk memantau hilal di beberapa titik. Para petugas itu merupakan petugas yang telah terbiasa memantau hilal selama ini.
Adapun, untuk penentuan awal Syawal berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal awal Syawal berada di bawah ufuk. 
Sidang Isbat Tahun ini akan digelar secara tertutup,  sebagaimana seperti yang dilakukan saat sidang isbat tahun-tahun kemarin.  

(mar/bbgsumber)
shalat tarawih di blitar

BLITAR, KILAS24.NET - Bila anda biasanya melaksanakan ibadah Shalat Tarawih di Masjid wilayah anda, bisa menghabiskan waktu berapa menit? baik itu yang 11 rakaat maupun 23 rakaat. 

Ada yang unik dari Shalat Tarawih di Salahsatu Pondok Pesantren di Blitar, Jawa Timur.
 Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang terletak di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, ini mempunyai tradisi melaksanakan shalat tarawih dan witir dengan cepat. Shalat tarawih dengan total 23 Rakaat ini bisa mencapai waktu kurang dari 10 Menit. 


Setiap hari, selama bulan Ramadhan tepatnya, masjid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren tersebut, tidak pernah sepi dari ratusan jamaah yang ingin ikut salat tarawih. 

Para jamaah mengakui, selalu memilih mengikuti salat tarawih di pondok pesantren ini, selain karena cepat juga dapat menghemat waktu. 

"Kita selalu shalat tarawih di sini karena efisien waktu, sehingga misalkan kita ada keperluan lain tidak terganggu," kata Hadi, jamaah dari desa Setempat, Rabu, 8 Juni Kemarin. 

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliya'uddin Azzamzammi mengatakan, tradisi shalat tarawih cepat di pondoknya sudah berlangsung selama satu abad lebih, sejak kakeknya menjadi pengasuh Pondok Pesantren. 

"Alasannya, saat itu banyak warga yang enggan ikut salat tarawih, karena siangnya bekerja sehingga badannya capek dan penat. Sehingga dengan teraweh cepat ini, membuat para jamaah menjadi tertarik untuk datang ke masjid dan ikut melaksanakan shalat tarawih," paparnya. 


(mar/detik.com)
gambar:  mirajnews.com
ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillahirabbil Alamin, mulai Hari ini, Senin, 6 Juni 2016 Kita sudah mulai menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H. Salahsatu pertanyaan yang tak luput saat menjalankan ibadah Puasa adalah Menyikat Gigi, bagaimana lantas hukumnya Menyikat Gigi Saat Puasa. Batalkah? 

Dilansir laman Rumaysho.com, 6 Juni 2016,


Sikat Gigi Saat Puasa

Jika kita melihat pada masa-masa dahulu bahwa menurut ulama tidak batal puasa jika saat menyikat gigi tidak ada yang Tertelan. Detilnya, menyikat gigi tidak membatalkan puasa asalkan tidak ada pasta atau sesuatu yang masuk dalam rongga tubuh atau perut.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Jika seseorang bersiwak dengan siwak yang basah lantas cairan dari siwak tadi terpisah lalu tertelan, atau ada serpihan dari siwak yang ikut tertelan, puasanya batal. Hal ini tidak ada perbedaan di antara para ulama (Syafi’iyah, pen.). Al-Faurani dan yang lainnya menegaskan seperti itu.” (Al-Majmu’, 6: 222)
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah saat ditanya apa hukum menggunakan pasta gigi saat berpuasa, beliau menjawab, “Membersihkan gigi saat dengan pasta gigi tidak membatalkan puasa sebagai siwak. Hal ini selama menjaga diri dari sesuatu yang masuk dalam rongga perut. Jika tidak sengaja ada sesuatu yang masuk di dalam, maka tidak batal.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 260. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 108014).
Namun ada saran dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, “Lebih utama adalah orang yang berpuasa tidak menyikat gigi (dengan pasta). Waktu untuk menyikat gigi sebenarnya masih lapang. Jika seseorang mengakhirkan untuk menyikat gigi hingga waktu berbuka, maka dia berarti telah menjaga diri dari perkara yang dapat merusak puasanya.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu ‘Utsaimin, 17: 261-262). 
Sebagai saran, untuk sikat gigi baiknya sebelum azan Subuh atau setelah berbuka puasa. Jika ada rasa tersisa setelah menyikat gigi dan terasa di pagi hari, itu tidak merusak puasa. Wallahu alam Bish Sawab. 


(mar)
ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillah Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada Senin, 6 Juni 2016 Esok Hari, dan mulai Esok hari Juga kita sudah mulai Sahur ya. 

Nah sebagai Pengetahuan, kita harus pintar-pintar dalam memilih makanan untuk Santap Sahur, jangan sampai salah santap. Lalu makanan apa saja yang harus dihindari saat Sahur, berikut daftarnya yang telah kami rangkum  dari berbagai Sumber. 

1. Makanan berlemak

Meskipun makanan berlemak cukup lezat untuk disantap, akan tetapi sebaiknya dihindari ketika puasa. Makanan seperti jeroan, makanan bersantan, daging berlemak, gorengan, kulit ayam sebaiknya dihindari pada saat buka puasa maupun makan sahur. Kalaupun memakannya, cukup sedikit saja jangan terlalu banyak, kalau terlalu banyak nanti bisa bermasalah pada lambung. 

2. Makanan pedas

Usahakan untuk mengurangi tingkat kepedasan dari makanan yang dikonsumsi, meskipun makanan pedas dapat menggugah selera namun bisa membuat gangguan perut. Dalam jangka panjang, terlalu sering mengonsumsi makanan pedas juga dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding lambung. 

3. Makanan yang terlalu manis

Makanan yang terlalu manis dan mengandung kadar gula tinggi dapat memicu penyakit diabetes. Cukup konsumsi yang manis tanpa manis berlebihan ya. 

4. Mie Instan 

Mie instan yang penyajiannya tidak terlalu ribet memang menjadi hidangan yang praktis, akan tetapi sebaiknya hindari mengonsumsi mie instan dalam kondisi perut kosong, dan perlu diketahui, Mie Instan saat dikonsumsi tidak dapat langsung dicerna, bahkan butuh waktu 5 hari. 



(mar)
konferens sidang isbat tahun lalu

JAKARTA, KILAS24.NET - Kementerian Agama Republik Indonesia telah menggelar Sidang Isbat Sekitar pukul 17.30 sore WIB, guna untuk menetapkan kapan Jatuhnya 1 Ramadhan 1437 Hijriah tahun ini. 

Berdasarkan hasil sidang Isbat yang telah dilaksanakan dari awal hingga akhir, dapat disepakati oleh seluruh peserta Sidang Isbat, bahwa 1 Ramadhan 1437 Hijriah tahun ini Jatuh pada Esok Hari.

"Posisi hilal sekitar pukul 10 antara 2 derajat sampai 4 derajat 6 menit dari seluruh wilayah tanah air" ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin saat konferensi pers.

"Kesemuanya telah menyatakan sumpah, telah melihat hilal, maka seluruh peserta sidang Isbat telah menyepakati malam ini sudah masuk 1 Ramadhan" lanjut Menag. 

Jadi dapat disimpulkan 1 Ramadhan 1437 H Jatuh pada Senin, 6 Juni 2016 Esok hari. 


(mar)

ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Kementerian Agama rencananya Sore ini akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan kapan jatuhnya 1 Ramadhan 1437 Hijriah di tahun ini. 

Sidang Isbat nantinya akan dimulai sekitar pukul 17.00 sore WIB dan berlangsung secara tertutup pada Minggu, 5 Juni 2016. Sidang akan diawali oleh laporan dari petugas Kemenag yang telah ditugaskan memantau hilal. 

Berdasarkan laporan yang diterima, rencananya area pengamatan Hilal 1 Ramadhan akan disebar di 33 Titik di seluruh Indonesia. 

Jadi nantinya akan diketahui berdasarkan metode pengamatan Hilal akan diketahui bila sudah ada yang melihat hilal, maka akan dipastikan 1 Ramadhan jatuh Esok hari, dan apabila tiada satupun yang melihat hilal maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Ramadhan jatuh pada Lusa. 

Sebelumnya ormas Islam Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Esok hari, Senin,  6 Juni 2016.  



(mar)

ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Memiliki gadget canggih dapat kita manfaatkan untuk mendukung aktivitas kita disaat bulan Suci Ramadhan telah tiba, dengan berbagai aplikasi bermanfaat yang dapat kita tanamkan didalamnya. 

Berikut adalah 3 Daftar aplikasi yang bagus untuk anda instal disaat menjalankan Ibadah Puasa, sebagaimana dimuat laman Liputan6, 2 Juni 2016. 


1. Muslim Pro (iOS dan Android)

Sesuai dengan namanya, aplikasi ini diperuntukkan untuk umat muslim. Khusus Ramadhan tahun ini, ada beberapa fitur baru yang diberikan, seperti pilihan bahasa untuk membantu pengguna. Pilihan Bahasa Indonesia pun menjadi salah satu opsi.  

Ada banyak fitur didalamnya, seperti waktu Sholat, arah kiblat, ayat-ayat Al-Quran, kalender, doa-doa hingga masjid terdekat dengan lokasi pengguna, dan ada juga fitur Zakat, yang dapat membantu pengguna menghitung berapa banyak zakat yang harus dikeluarkan. 

2. HalalTrip
Menjalankan ibadah puasa, bukan berarti kita bermalas-malasan untuk bergerak kemana-mana. Bahkan jika mungkin, kita tetap bisa melakukan perjalanan atau traveling. Nah, aplikasi HalalTrip ini bisa membantu traveler muslim ketika melakukan aktivitas. 

3. Rocket Alarm (iOS dan Android)
Sesuai dengan namanya, ini adalah aplikasi pengingat waktu. Aplikasi ini bisa menjadi pilihan sebagai pengingat waktu, khususnya kapan kita menjalankan waktu sahur dan Sholat, terutama Sholatnya agar tidak terlewat. 

Semoga bermanfaat. 


(mar/liputan6)
http://aqlislamiccenter.com/wp-content/uploads/2013/09/doa.jpg
ilustrasi

GARUT, KILAS24.NET - Alhamdulillah hirabbil alamin Saudara yang dirahmati Allah SWT, Tinggal dalam hitungan hari saja, kita semua sebagai umat Muslim segera memasuki bulan yang penuh Rahmat, Penuh ampunan, yakni Bulan Ramadhan bulan 1000 bulan. Persiapan apa saja yang harus kita lakukan untuk menjelang datangnya Bulan Ramadhan?. 

Berikut merupakan persiapan yang terpuji untuk menyambut bulan Ramadan adalah : 

1. Bertaubat dengan jujur

Taubat pada dasarnya wajib setiap saat. Akan tetapi karena akan (menyambut) kedatangan bulan yang istimewa ini, maka lebih tepat lagi jika seseorang segera  bertaubat dari dosa-dosanya yang diperbuat kepada Allah serta dosa-dosa karena hak-hak orang lain yang terzalimi.  Agar ketika memasuki bulan yang barokah ini, dia disibukkan melakukan ketaatan dan ibadah dengan dada lapang dan hati yang tenang. 


2. Berdoa

Diriwayatkan dari sebagian (ulama) salaf, bahwa mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadan, kemudian mereka berdoa lagi lima bulan setelahnya semoga amalnya diterima. Seorang muslim hendaknya berdoa kepada Tuhannya agar mendapatkan bulan Ramadan dalam keadaan baik,  dari sisi agama maupun fisik, juga hendaknya dia berdoa semoga dibantu dalam mentaati-Nya serta berdoa semoga amalannya diterima.

3. Menyelesaikan tanggungan (qadha) kewajiban puasa

Dari Abu Salamah, dia berkata, saya mendengar ‘Aisyah radhiallahu ’anha berkata: “Aku memiliki kewajiban berpuasa dari bulan Ramadan lalu, dan aku baru dapat mengqadanya pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, no. 1849, dan Muslim, no. 1146)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dari keseriusan beliau (mengqadha) pada bulan Sya’ban disimpulkan bahwa hal itu menunjukkan tidak diperkenankan mengakhirkan qadha sampai memasuki bulan Ramadan berikutnya.” (Fathul Bari, 4/191) 

4. Membekali diri dengan ilmu agar dapat mengenal hukum-hukum puasa dan mengetahui keutamaan Ramadhan

Ini penting sebagai ilmu pengetahuan kita menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan untuk bekal saat menjalankannya apa yang diperbolehkan/dilarang dan juga hukum hukum lainnya. 

5. Menjaga kondisi Kesehatan 

Ini juga harus diperhatikan, betapa pentingnya kita untuk menjaga kesehatan agar dikala kita memasuki bulan suci ini, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baiknya, tanpa ada gangguan kesehatan. 

Nah demikianlah beberapa persiapan jelang Ramadhan yang dapat anda lakukan, semoga dengan sangat baiknya kondisi Jasmani maupun Rohani Kita dapan menjalankan Ibadah puasa dengan lancar ya. 



(mar/islamqa.info)


SEMARANG, KILAS24.NET - Peristiwa teror yang terjadi di kawasan Sarinah, tepatnya di daerah Jl MH Thamrin pada Kamis, 14 Januari 2016, Jelas Merugikan Nama Agama Islam. 

Hal Tersebut dikatakan oleh H Rhoma Irama, ketua partai Islam Damai dan Aman (IDAMAN). "Islam sangat tidak menolerir kekerasan dan teror. Dalam Islam, membunuh satu orang saja berarti telah membunuh semua umat manusia. Jadi, apa yang terjadi di Thamrin kemarin adalah perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, dan jelas merugikan nama Islam," paparnya, di dalam acara silaturahmi dan pembekalan kader Partai Idaman se-Jateng di Semarang, Sabtu 16 Januari 2016. Usai acara, Rhoma juga meresmikan kantor DPC Partai Idaman Kota Semarang. 

Dirinya mengakui, saat ini ada kelompok-kelompok Islam taqfirin yang selalu membid'ah-bid'ahkan dan mengkafir-kafirkan kelompok yang samasekali bukan golongannya. 

Dirinya juga mengatakan, teror bukan domain umat Islam. Teror merupakan kasus politik, bukan agama. "Tak ada satupun agama yang mentolerir kekerasan dan teror. Jadi, islam bukan teroris," tegasnya. 

Menurutnya, Solusi pemerintah menghadapi radikalisme adalah melalui pendekatan keamanan dan pendekatan agama. 

--- 




KILAS24 .NET - Beritasatu 
Gambar: tempo.co

GARUT, KILAS24.NET- Bisa Bangun dipagi Hari memang merupakan sebuah nikmat yang diberikan Allah kepada kita, dan kitapun patut untuk mensyukurinya, bisa dengan melaksanakan Shalat Subuh dan jangan lekas tidur kembali. 

Rasulullah menjelaskan, barangsiapa yang tidak bagun di pagi hari,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : { يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَ إِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ}.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setan akan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat tidur dengan tiga ikatan ia akan membisikkan kepadamu bahwa malam masih panjang, jika ia terbangun lalu berdzikir pada Allah lepaslah satu ikatan, jika ia berwudlu maka lepaslah dua ikatan, dan jika ia melanjutkan dengan sholat, maka lepaslah seluruh ikatan itu, sehingga pada pagi harinya ia mulai dengan penuh kesemangatan dan jiwanya pun sehat, namun jika tidak, maka dia akan memasuki waktu pagi dengan jiwa yang keji dan penuh kemalasan.” (HR Bukhari) 

Kita sebagai manusia tidak boleh memiliki sifat Malas, mari kita meraih berkah dengan menjalankan Amalan Berikut. 

Dzikir 

Dzikir pagi adalah amalan yang baiknya kita lakukan. Karena selain membuat urusan kita akan dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Dzikir pagi  dibaca saat masuk waktu Subuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dibaca sampai matahari akan bergeser ke barat. 

Masalah dzikir pagi ini, Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS Al Ahzab 41:42) 

Tilawah Al-Quran
 
Sudah diketahui bahwa jika kita membaca 1 Hurufnya saja, akan mendapat balasan 10 kebaikan. Tilawah Al-Quran, terlebih jika diniati untuk dibaca dengan penuh penghayatan, perenungan dan kesiapan hati mengikuti dan mengamalkan kandungannya, hal ini akan sangat membantu fokus otak dan hati untuk lebih siap menyudahi Shubuh dengan kebaikan, ilmu dan spirit iman yang lebih hidup, dan tentunya akan banyak yang kita dapatkan berkahnya. 

Mulai Beraktivitas

Rasulullah, tidak menjumpai pagi melainkan bergegas dalam beraktivitas.
Seperti yang Allah firmankan; 

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang.” (QS Ali Imran 3:121) 

Segera Mandi

Kebaikan, dalam Islam hukumnya mesti disegerakan,  halnya dengan mandi di pagi hari. Andaikata jam keluar rumah terbilang masih siang, menyegerakan mandi pagi jelas tidak akan merugikan. 

Selain akan memberikan kesegaran lebih dini, waktu untuk melakukan persiapan sebelum menjalani rutinitas harian di luar rumah, bisa dilakukan lebih awal, sehingga mencegah adanya barang tertinggal atau urusan yang terselap, termasuk terhindar dari berangkat terburu-buru. Insyaallah berkah tentunya. 

Beramal

Diriwayatkan sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا
 بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu berterusan . Lakukanlah ibadah (secara berterusan) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR Bukhari no.9) 

Keenam, Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR Muslim) 

Semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan Barokah kepada kita, insyaallah. Wallahualam bis shawab. 

--- 





KILAS24 .NET - Hidayatullah.com

GARUT, KILAS24.NET - Rasulullah Muhammad shallallahualaihi wasallam memerintahkan untuk memadamkan lampu-lampu di malam hari sebelum tidur, dan setelah beberapa tahun dilakukan pengkajian ilmiah modern tentang efek cahaya terhadap manusia dan lingkungannya, maka kajian itu mengatakan: "Sungguh benar Nabinya kaum kaum Muslimin.”

Maka mematikan lampu di malam hari merupakan salah satu bentuk mukjizat ilmiah Nabawiyah yang melindungi manusia dan lingkungannya dan pencemaran cahaya, yang muncul disebabkan cahaya yang berlebih, yang mengenai tubuh seseorang di malam hari disaat tertidur. 


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kita tentang bahaya lampu, apabila kita membiarkannya menyala ketika kita tidur, salahsatunya tentang bahaya kebakaran. 


Hadist-hadist dalam perkara ini,


-Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dia pernah berkata: “Pada suatu malam terjadi kebakaran di salah satu rumah penduduk di Madinah (saat penghuninya tertidur). Lalu hal itu diceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda:” Sesungguhnya api ini adalah musuh kalian, karena itu apabila kalian hendak tidur, maka padamkanlah ia lebih dahulu.” (HR. Bukhari)


-Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahuanhuma dia juga pernah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah tempat air kalian, pintu rumah kalian, dan matikanlah lampu-lampu kalian, karena bisa jadi tikus akan menarik sumbu lampu sehingga mengakibatkan kebakaran yang menimpa para penghuni rumah.” (HR. al-Bukhari) 


-Dari Djabir bin Abdullah radhiyallahuanhum bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Tutuplah oleh kalian bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minuman, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka ikatan tempat minum, pintu, dan bejana. Jika kalian tak mendapatkan penutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong batang kayu kecil di atas bejananya dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Karena tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” (HR. Muslim) 


-Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Tutuplah oleh kalian pintu rumah, ikatlah kantong air tempat minuman, tutuplah bejana-bejana, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka pintu terturup, melepas ikatan tempat minum, dan membuka bejana. Dan sesungguhnya tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” (HR. imam Malik dalam al-Muwatha’ dan at-Tirmidzi dalam Sunan-nya dan dishahihkan oleh al-Albani rahimahumullah)

Dan masih ada lagi beberapa riwayat yang lain.
Riwayat yang tidak disebutkan alasan dalam mematikan lampu di malam hari,
1. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari)
2. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Apabila malam telah datang (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kalian (dari keluar rumah), karena setan bertebaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu ‘Isya biarkanlah mereka, tutuplah pintumu, dan matikanlah lampu serta sebutlah nama Allah…” (HR. Al-Bukhari)

Dalam Hadist-hadist yang diatas disebutkan bahwa jika yang tidur seorang diri, dan terdapat api dirimahnya, maka diharuskan baginya memadamkan api tersebut.

Nah itulah beberapa anjuran/perintah dari Rasul kita sebelum tidur.

---




KILAS24 .NET - dikutip dari islampos.com
Gambar: Republika

MALAKA, KILAS24.NET - Ini merupakan sebuah kisah nyata yang benar-benar terjadi. Selama 28 tahun mengkaji semua agama yang ada di dunia, dengan kemantapan hati dan tanpa paksaan telah mengambil keputusan memeluk Bersyahadat, untuk menjadikan agama islam. 

Seorang sami (petinggi Budha dari Taiwan) berusia 66 tahun bersama Tan Sri Abdul Rahim Tamby. Hadir juga sebagai saksi Presiden Persatuan Cina Islam Malaysia Cawangan Melaka (Macma), Lim Jooi Soon ,Timbalan Pengerusi Majlis Agama Islam Melaka (Maim), Datuk Yaakub Md Amin dan Mufti negeri, Datuk Dr Mohadis Yasin serta jamaah Masjid Cina Krubong Malaka untuk melihat dirinya bersyahadat. 

Beliau menerangkan dengan menggabungkan bagaimana logik, sains dan hujah dapat dikaitkan dengan pencipta alam ini menyebabkan dia memutuskan untuk memeluk agama Islam. 

Mari kita berdoa, doakan agar beliau tidak sampai murtad, dan juga arar selalu dapat menaati perintah dari Allah SWT, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

--- 




KILAS24 .NET - eramuslim.com


GARUT, KILAS24.NET - Al Quran merupakan kalamullah (kalam allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Yang didalamnya berisi ayat-ayat suci, yang dimulai dengan Surat Al Fatihah, dan Berakhir dengan Surat An - Nas.

Kitab Suci dengan kandungan 114 Surat, 30 Juz, dan 6.666 Ayat ini begitu Istimewa. Mau tidak Istimewa Bagaimana, Ini adalah sebuah kitab yang berfungsi sebagai penyempurna kitab-kitab lain, dan ada banyak keistimewaan-keistimewaan lainnya yang perlu kita tahu.


Dan dibawah ini telah kami rangkum dari laman Almanhaj, Ahad, 3 Januari 2016, berikut adalah 5 Keutamaan Kitab Suci Al-Quran:


1. Setiap Hurufnya jika dibaca Berbalas Kebaikan



مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Quran maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan الــم ialah satu huruf, akan tetapi ا satu huruf, ل satu huruf dan م satu huruf. (HR Bukhari) 

2. Sebuah Mukjizat


Al-Qur’an merupakan mukjizat dan tidak seorangpun mampu untuk mendatangkan yang semisalnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menantang pada  orang Arab (kafir Quraisy) untuk mendatangkan semisalnya, maka mereka menyerah (tidak mampu). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ
"Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya ... ". (QS Yunus : 38)

3. Sebagai Obat


Al-Qur’an sebagai penawar (obat) hati dari penyakit iri, dan yang lainnya. Di dalam al-Qur’an ada sebagian ayat-ayat dan surat-surat (yang berfungsi) untuk mengobati badan seperti surat al-Fatihah, an-Naas dan al-Falaq serta yang lainnya tersebut di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :



يَآأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman". (QS Yunus : 57) 


4. Berita Al Quran Benar dan Adil 


Allah Azza wa Jalla berfirman:


وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ

"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya" (QS Al Anam : 115)


Qatadah pernah rahimahullah berkata: “Setiap yang dikatakan al-Qur’an adalah benar dan setiap apa yang dihukumi al-Qur’an adalah adil, (yaitu) benar dalam pengkhabaran dan adil dalam perintahnya, maka setiap apa yang dikabarkan al-Qur’an adalah benar yang tidak ada kebohongan dan keraguan di dalamnya, dan setiap yang diperintahkan al-Qur’an adalah adil yang tidak ada keadilan sesudahnya, dan setiap apa yang dilarang al-Qur’an adalah bathil, karena al-Qur’an tidak melarang (suatu perbuatan) kecuali di dalamnya terdapat kerusakan. 


5. Terdapat Kisah-kisah yang Sangat Nyata 


 Di dalam al-Qur’an terdapat kisah-kisah yang nyata, dan tidak (bersifat) khayalan, maka kisah-kisah Nabi Musa bersama Fir’aun adalah merupakan kisah nyata. Firman Allah:



نَتْلُوا عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ

"Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar". (QS Al Qasash : 3)


Begitu pula kisah As-Haabul Kahfi merupakan kisah nyata. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:



نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ

"Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya". (QS Al Kahfi : 13)


Dan semua apa yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam al-Qur’an adalah haq (benar). Allah berfirman:



إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ

"Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar". (QS Ali Imran : 62)


BERSAMBUNG KE BAG 2.... 


___ 


KILAS24 .NET - almanhaj.or.id 

Gambar: muslimvillage
ist Tukang Becak Sedang Mengayuh becaknya

GARUT, KILAS24.NET - Keikhlasan yang tulus dari dalam hati merupakan sebuah perilaku yang sangat mulia, bak emas yang sangat indah. Allah Subhanahu Wata'ala menyukai orang-orang yang ikhlas, dan akan memberinya pahala, selama orang itu Ikhlas dalam perbuatan yang diridhoi-Nya.

Sebuah Kisah nyata, seorang tukang becak yang kurang mampu akhirnya dapat pergi haji, karena keikhlasannya, yang tulus dalam membantu orang yang sedang tertimpa kesulitan. Penasaran kisahnya?

Pak Parman, demikian orang-orang memanggilnya. Pak Parman hanyalah seorang tukang becak. Meski begitu, Pak Parman memiliki hati yang sangat mulia. Kemiskinan yang menyertainya tidak menutup mata batinnya untuk terus berbagi kepada orang lain. Namun, karena memang ia tidak memiliki harta, bukan harta yang bisa ia sumbangkan melainkan Sedekah Jasa.

Sedekah jasa itu dilakukannya setiap hari Jumat dengan menggratiskan semua penumpang yang naik becaknya.


Tiba pada suatu waktu, hari Jumat pertama bulan suci Ramadhan, ada orang kaya yang mobilnya mogok tidak jauh dari pangkalan becak Pak Parman. Orang kaya tersebut pun memutuskan naik becak. Dia memanggil tukang becak yang ada di pangkalan tersebut dan Pak Parman yang datang. Lalu, dikayuhlah becak itu oleh Pak Parman menuju rumah orang kaya tersebut. 


Setelah sampai di tempat, Pak Parman diberikan uang oleh orang kaya tersebut sebesar 10 Ribu. Namun, oleh Pak Parman uang itu ditolaknya sembari menjelaskan bahwa dirinya sudah meniatkan dari dulu untuk menggratiskan semua penumpang yang naik becaknya di hari Jumat.


Dan sepertinya, kejadian tersebut sangat membekas di hati orang kaya itu. Lalu, dikejarlah Pak Parman, kemudian memberinya uang satu juta. Orang kaya itu berpikir Pak Parman akan menerimanya karena uangnya besar. Namun, Pak Parman tetap menolaknya. Ditambah lagi menjadi dua juta dan tetap Pak Parman menolaknya. Alasan Pak Parman sama: dia tidak menerima uang sepeser pun pada hari Jumat untuk jasa ojek becaknya. Sebab, dia sudah meniatkannya untuk bersedekah.


Karena penasaran, pada hari Jumat berikutnya orang kaya itu pun naik becak lagi. Pak Parman pun diberikan uang yang lebih besar lagi. Kali ini, wow, 10 juta. Namun, Pak Parman, sekali lagi, menolak kembali uang yang diberikan oleh orang kaya tersebut. Jumat berikutnya ia kembali naik becak Pak Parman. Namun, kali ini ia tidak minta diantarkan ke rumahnya melainkan minta diantar ke rumah Pak Parman, dengan tujuan agar orang kaya tersebut tahu rumahnya.



Sesampainya di rumah Pak Parman, betapa terkejutnya orang kaya tersebut, karena rumah yang dimaksud hanyalah sebuah rumah kost yang keadaanya jauh dari kesan nyaman. Merasa iba melihat kejadian itu, orang itu pun merogoh uangnya sejumlah Rp 25 juta dan diberikan kepada Pak Parman. Dan ternyata lagi-lagi, dengan halus Pak Parman pun tetap menolaknya. Hal ini benar-benar sangat mengejutkan orang kaya itu.


Akhirnya orang kaya itu pun menyerah. Dia benar-benar kalah dengan ketulusan hati seorang Pak Parman. Namun, orang kaya itu berjanji bahwa suatu saat ia akan memberikan yang terbaik buat tukang becak yang berhati emas itu yang telah mengantarkannya ke rumah secara Gratis. Waktu terus berlalu hingga menjelang Lebaran Haji (Idul Adha), orang kaya itu kembali menemui Pak Parman di rumah kostnya.

Setelah bertemu, di depan Pak Parman, orang kaya kemudian berbicara terus terang, “Pak, mohon kali ini niat baik saya diterima. Bapak, istri, serta anak Bapak akan saya berangkatkan haji ke Tanah Suci. Sekali lagi, mohon Bapak menerima niat baik saya ini?”

Pak Parman pun menangis di depan istri dan anak semata wayangnya ketika melihat pernyataan orang kaya tersebut. Pergi ke Mekkah untuk berhaji saja tidak pernah ia bayangkan. Namun kini, ia dan keluarganya akan diberangkatkan naik haji. 

Subhanallah, maha besar Allah. Allah begitu baik, Allah memberikan balasan yang begitu besar kepada orang orang yang senang membantu sesama dan tentunya ikhlas sepenuh hati. 

--

(mar) - kabarmakkah.com
ist (arrahmah)

GARUT, KILAS24.NET - Assalamualaikum Wr Wb. Sampai saat ini masih ada yang bertanya kepada ahli agama, mengenai Hukumnya Seorang Muslim mengucapkan Selamat Natal kepada umat Nasrani apa hukumnya, diperbolehkan ataukah dilarang?

Berikut adalah beberapa fatwa ulama seputar natal, yang telah dioleh dari rumaysho.com. Bolehkah seorang muslim mengucapkan selamat natal? 

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nasrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca : cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nasrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan. 


Namun tentunya ini membingungkan apakah diperbolehkan atau tidak. 


Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang ada ini, kita dapat mendapat titik terang mengenai permasalahan ini. 



Fatwa mengenai: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama 

Berikut merupakan fatwa dari ulama besar Arab Saudi, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.
Beliau rahimahullah pernah ditanya,
“Apa hukumnya mengucapkan selamat natal, kepada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita bertasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaannya?”
Beliau rahimahullah menjawabnya :
Memberikan perkataan sebuah ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka yang lainnya pada orang Nasrani merupakan sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca : ijma’), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya ‘Ahkamu Ahlidz Dzimmah’. Beliau rahimahullah mengatakan, 
“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus terhadap orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslim. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Jika memang orang yang memberikan ucapan semacam ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak bisa lepas dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan terhadap salib, bahkan perbuatan ini lebih besar dosanya di sisi Allah SWT. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibandingkan seorang memberi ucapan selamat pada maksiat lainnya. 
Dari penjelasan yang disebutkan di atas, maka dapat kita ketahui bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan atau tidak diperbolehkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah SWT berfirman dalam Al - Qur'an: 

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az-Zumar 39 : 7)
Allah SWT juga berfirman dalam surah lain,
وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dantelah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah 5 : 3) 
Kesimpulan yang diperoleh dari berbagai fatwa selain yg diatas: 
Pertama, Sebagai diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.
Kedua, Muslim juga diharamkan mengucapkan ‘selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’minKami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. An Nisa 4 : 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.
Maka, yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka merupakan pendapat keliru. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.
Ketiga, jikalau diberi ucapan selamat natal, tidak perlu kita menjawabnya karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.
Keempat, tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya.
Kelima, membantu orang Nasrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.
Keenamdiharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.
Wallahualam Bish Shawab. 
Wassalamualaikum, Wr Wb. 
-- 
(mar) rumaysho